"Bulat anak buah menjadikan bopak,
Bulat buapak menjadikan Lembago,
Bulat Lembago menjadikan penghulu/undang,
Bulat penghulu/Undang menjadikan Raja"
Showing posts with label Adat perpatih. Show all posts
Showing posts with label Adat perpatih. Show all posts
Saturday, May 10, 2014
Kata Adat
"Biar Mati Anak, Jangan Mati Adat,
Tak Lapok Dek Hujan, Tak lokang Dek Paneh,
Dianjak Layu, DiCabut Mati,
Gomok Berpupuk,Sogar Bersiram,
Berjonjang Naik, Bertangga Turun,
Patah Tumboh, Hilang Boganti,
Pusaka Bergilir, Soko Berwareh,
Adat Bersondikan Hukum,Hukom Bersondikan Kitabullah,
Syrak Mengata, Adat Mengikut,
Adat dan Syarak Sandar Menyandar."
Tak Lapok Dek Hujan, Tak lokang Dek Paneh,
Dianjak Layu, DiCabut Mati,
Gomok Berpupuk,Sogar Bersiram,
Berjonjang Naik, Bertangga Turun,
Patah Tumboh, Hilang Boganti,
Pusaka Bergilir, Soko Berwareh,
Adat Bersondikan Hukum,Hukom Bersondikan Kitabullah,
Syrak Mengata, Adat Mengikut,
Adat dan Syarak Sandar Menyandar."
Labels:
Adat perpatih
Sunday, September 30, 2012
Hidup Tak Tentu Arah
Pesan ayah Kak Jamaliah..... Kita ni bila Padam Puntung maka beseleraklah Bara.... Renung-renungkanlah....
Labels:
Adat perpatih
Friday, June 5, 2009
Kata Adat 3
Adat bersendi hukum,
Hukum bersendi kitabullah,
Syarak mengata,
Adat mengikut,
Hukum bersendi kitabullah,
Syarak mengata,
Adat mengikut,
Labels:
Adat perpatih
Kata Adat 2
Adat bersendi hukum,
Hukum bersendi kitabullah,
Syarak mengata,
Adat mengikut,
Terjun dilangit ditampung,
Memusat dibumi dipijak,
Salah pada Tuhan minta taubat,
Salah pada manusia minta maaf
Kesudahan adat ke balairong,
Kesudahan di dunia ke akhirat.
Penakek pisau seraut,
Ambil galah batang lintubung,
Selodang ambil kenyiru, nan setitik jadikan laut,
Nan sekepal jadikan gunung,
Alam terkembang jadikan guru.
Nan elok dipakai,
Nan buruk dibuang,
Usang-usang diperbaharui,
Lapuk-lapuk dikajangi,
Melihat contoh pada yang sudah,
Melihat tuah pada yang menang.
Terbit pusaka kepada saka,
Si lelaki menyadang pesaka,
Si perempuan yang punya pusaka,
Orang Semenda yang membela.
Pembawa kembali,
dapatan tinggal,
Carian bahagi,
Mati laki tinggal ke bini,
Mati bini tinggal ke laki.
Berat sama dipikul,
Ringan sama dijinjing,
Bukit sama didaki,
Lurah dama dituruni,
Laba sama dikutip,
Rugi sama ditatang,
Hati kuman sama dicicah,
Hati gajah sama dilapah,
Berat sama dipikul,
Ringan sama dijinjing,
Cicir sama rugi,
dapat sama laba,
pangkal sama dipupuk,
Pucuk sama digentas,
Buahnya sama dipetik,
Nan jauh dijemputkan,
Nan dekat dikampungkan,
Jika air sama disaok,
Jika ranting sama dipatahkan,
Nan mati sama ditanam,
Nan hidup sama dipelihara.
Berkawan maka berjalan,
Muafakat maka berkat,
Dielo kerja maka berusaha.
Kok besar jangan melanggar,
Kok cerdik jangan menipu
Hukum bersendi kitabullah,
Syarak mengata,
Adat mengikut,
Terjun dilangit ditampung,
Memusat dibumi dipijak,
Salah pada Tuhan minta taubat,
Salah pada manusia minta maaf
Kesudahan adat ke balairong,
Kesudahan di dunia ke akhirat.
Penakek pisau seraut,
Ambil galah batang lintubung,
Selodang ambil kenyiru, nan setitik jadikan laut,
Nan sekepal jadikan gunung,
Alam terkembang jadikan guru.
Nan elok dipakai,
Nan buruk dibuang,
Usang-usang diperbaharui,
Lapuk-lapuk dikajangi,
Melihat contoh pada yang sudah,
Melihat tuah pada yang menang.
Terbit pusaka kepada saka,
Si lelaki menyadang pesaka,
Si perempuan yang punya pusaka,
Orang Semenda yang membela.
Pembawa kembali,
dapatan tinggal,
Carian bahagi,
Mati laki tinggal ke bini,
Mati bini tinggal ke laki.
Berat sama dipikul,
Ringan sama dijinjing,
Bukit sama didaki,
Lurah dama dituruni,
Laba sama dikutip,
Rugi sama ditatang,
Hati kuman sama dicicah,
Hati gajah sama dilapah,
Berat sama dipikul,
Ringan sama dijinjing,
Cicir sama rugi,
dapat sama laba,
pangkal sama dipupuk,
Pucuk sama digentas,
Buahnya sama dipetik,
Nan jauh dijemputkan,
Nan dekat dikampungkan,
Jika air sama disaok,
Jika ranting sama dipatahkan,
Nan mati sama ditanam,
Nan hidup sama dipelihara.
Berkawan maka berjalan,
Muafakat maka berkat,
Dielo kerja maka berusaha.
Kok besar jangan melanggar,
Kok cerdik jangan menipu
Labels:
Adat perpatih
Kata Adat 1
Ibu adat muafakat,
Usang-usang diperbaharui,
Yang lapuk disokong,
Yang elok dipakai.
Melihat contoh pada yang lampau,
Melihat tuah pada yang menang,
Yang senting dilabuhkan,
Yang panjang dikerat,
Yang rumpang disisik.
Sekali air bah,
Sekali pasir berubah,
Sekali raja mangkat,
Sekali adat beralih,
Sekali tahun beredar,
Sekali musim bertukar.
Usang-usang diperbaharui,
Yang lapuk disokong,
Yang elok dipakai.
Melihat contoh pada yang lampau,
Melihat tuah pada yang menang,
Yang senting dilabuhkan,
Yang panjang dikerat,
Yang rumpang disisik.
Sekali air bah,
Sekali pasir berubah,
Sekali raja mangkat,
Sekali adat beralih,
Sekali tahun beredar,
Sekali musim bertukar.
Labels:
Adat perpatih
Subscribe to:
Comments (Atom)